Text
PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 11 PALEMBANG
Penilaian
0,0
dari 5Dago Setelah Hujan
Baik Dago ataupun Mentari tidak pernah menyangka jika mereka akan duduk bersisian di kursi persidangan, untuk bercerai. Mereka tidak pernah mengira jika mereka menikah hanya untuk berpisah, sebab seperti puisi yang pernah Mentari tulis untuk Dago. “Aku ingin menua dan mati di dekapmu.” Itu yang mereka harapkan.
Tapi hari itu, perpisahan sudah di depan mata. Seluruh perjalanan berliku yang telah mereka lewati bersama kini nyaris selesai di ujung jalan. Dago dan Mentari harus saling melambai dan melanjutkan perjalanan masing-masing karena jalan berbeda yang telah mereka pilih. Namun, sebelum jalan itu benar-benar usai dan mereka sampai di persimpangan, Dago bertanya pada Mentari. “Did you still love me?”
Pertanyaan itu membuat langkah kaki Mentari berhenti, matanya menerawang pada jalanan panjang di depannya, tiba-tiba dia merasa takut. Apa sanggup Mentari berjalan seorang diri tanpa Dago di sisinya?
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| My Library (800) | B004666 | 895 SKY d | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 895 SKY d
- Penerbit
- Depok: Akad, 2023
- Deskripsi Fisik
- -
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-623-5953-24-3
- Klasifikasi
- 895
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Cet. 5
- Subjek
- Novel
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Penyelaras Akhir, Rifdah Jihan Azizah; Pendesaian Sampul, Inke Alverinne; Penata Letak, Salma Azzahra Faradiba
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah