Text
PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 11 PALEMBANG
Penilaian
0,0
dari 5Ipar Adalah Maut
Nisa wanita cantk itu masuk rumah dengan helaan napas lega karena akhirnya terbebas dari sengatan matahari. Siang itu matahari masih begitu bersemangat kalor dengan para makhluk di bumi hingga keringatpun menyembul di kening Nisa. Seraya melangkah Masuk, Ia menyeka bulir keringat.
Namun belum juga sampai di dapur, dahinya Rani-sang adik-yang duduk santai dengan kaus oversize dan celana pendek di ruang keluarga. Ia mendekati sang adik yang tengah sibuk mengetik tugas di laptop.
Nisa menarik napas panjang. Ia terlihat berusaha menebalkan kesabaran untuk menghadapi sang adik. “Kenapa nggak di kamarmu aja sih, Dek? Tinggal nyalain AC lho."
"Sumpek di kamar terus, Mbak. Bikin ngantuk. Makanya aku pindah ke sini," tutur Rani mulai mengetik lagi. “Udah ah,
Mbak. Jangan ajak aku ngomong dulu. Aku masih nugas nih." Secara tidak langsung, Rani tengah mengusir Nisa sang kakak. Mau tidak mau, Nisa pun beranjak dari sana. Wanita cantik itu berjalan menuju dapur sambil menata pikirannya. Bukan tanpa sebab ia bersikeras meminta Rani menggunakan pakaian dalam. Jadi begini....
Rani sang adik tercinta yang masih belia itu tinggal bersama dengan Nisa dan Aris-suaminya. Dari segi adab dan sopan santun, rasanya kurang enak dipandang jika Rani tidak memakai pakaian dalam, sementara ada Aris yang juga tinggal di sana. Saat ini Aris memang sedang tidak di rumah, tetapi tetap saja Nisa mengingatkan Rani. kenyataannya... aduhai, sulit sekali membuat sang adik peka. Gadis itu selalu punya puluhan alasan untuk mementahkan Fakta itu membuat Nisa menghela menghela napas dalam-dalam. Seraya menggoreng ayam, pikiran Nisa mulai melesat ke momen di mana sang ibu berkata sesuatu padanya. merasa harus Namun ucapannya.
“Janji suci ke Tuhan aja kamu langgar, apalagi cuma janji ke aku.
Seumur hidup itu terlalu lama buat aku.”
—Nisa
“Hancur aja sekalian bertiga!”
—Rani
Tinggal bersama saudara sendiri tak selamanya baik. Berawal dari pindahnya Rani (sang adik) ke rumah, petaka terjadi dalam keluarga Nisa.
Nisa pikir, Rani adalah gadis baik dan polos. Nyatanya, Rani memakai topeng untuk menutupi aibnya.
Rani memainkan peran dengan nyaris sempurna hingga menghancurkan semuanya.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, November 2023
****
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| My Library (800) | B004305 | 899.221 ELI i | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 899.221 ELI i
- Penerbit
- : RDM Publisher, 2023
- Deskripsi Fisik
- ii + 287 hlm.; 20 x 14 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-602-0729-16-9
- Klasifikasi
- 899.221
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Cet. 4
- Subjek
- Novel
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Project Manager, Dedi Padiku; Proofreader, Dedi Padiku, Fuji Yulianti; Editor, Dian MU; Layout, Angga; Desain Cover, PujiNA
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah